Selasa, 30 November 2010

Ari Purnomo Aji


LIPUTAN LEBARAN
LIPUTAN LEBARAN

 Pada saat lebaran saya tidak pulang ke kampung halaman saya, yaitu di pemalang(jawa tengah),,tetapi saya bersama keluarga pergi mengunjungi keluarga saya yang masih di jakarta karena sudah tradisi keluarga apabila lebaran kita semua berkumpul bersama untuk menjalin silaturahmi. Sesampainya disana saya disambut baik oleh saudara” saya disana. Saya bercanda gurau, tertawa”, makan” dll, tanpa terasa hari pun semakin sore, ketika  malam datang  saya berpamitan dan pulang ke rumah!! 
Posted by Akhmad Kurnia Adinegoro at 3:25 AM 0 comments http://img2.blogblog.com/img/icon18_edit_allbkg.gif
GETTING ALONE WITH OTHERS
        Pada hari senin tanggal 25 Oktober 2010, pada siang hari dan pada saat jam pelajaran terakhir, yaitu pelajaran leadership saya dan teman saya, yaitu diko diberikan tugas yang berhubungan dengan GAWO(Getting Alone With Others). Kami berdua diberi tugas untuk mengikuti kegiatan guru, mewawancarainya, dan mengikuti aktvitas-aktivitasnya. Kami berdua pun mencari guru yang bisa diajak untuk wawancara dengan kami. Pertama kami ingin mewawancarai ibu Puji yaitu guru yang mengajar fisika tetapi karena ibu Puji sedang sibuk, akhirnya kami mencari guru lain yang tidak sibuk. Akhirnya pun kami menemui ibu Titi yang kebetulan beliau sedang tidak sibuk, kemudian kami mewawancarai beliau. Pertama-ama saya menanyakan jurusan kuliah apakah yang ibu jalani pada saat kuliah? Ibu Titi pun menjawab “ Ibu mengikuti jurusan pendidikan kimia”. Kemudian kami berdua pun menanyakan pengalaman Ibu mengajar dimana saja? Ibu Titi menjawab di MTS Darunnadwah, SMP Nurul Islam, dan sekarang mengajar di SMA dan SMK Al-muslim. Pertama kali beliau mengajar pada tahun 2005 dan menjadi guru Al-muslim pada tahun 2006. Beliau lebih memilih menjadi guru karena sewaktu kuliah hanya ada biaya untuk menjadi seorang guru dan karena menjadi guru ilmunya lebih bermanfaat dan karena panggilan hati. Kami berdua pun bertanya kembali “bagaimanakah perasaan Ibu pada saat pertam kali mengajar?” Beliau pun menjawab deg-degan dan cara mengatasinya dengan pegangan meja dan membaca bismillah “. Beliau sangat merasa senang mengajar apabila murid”nya semangat belajar. Kesulitan yang beliau jalani pada saat mengajar adalah apabila muridnya berisik, nakal, cuek, dan apabila murid”nya sulit untuk menerima pelajaran. Beliau mengatasinya dengan cara menggunakan metode lain  yang lebih menarik agar murid”nya lebih mudah untuk menerima pelajaran , contohnya: dengan games, dll. Beliau mengatasi rasa lelahnya dengan cara membaca nooel, makan coklat, nonton tv, dll yang dapat menghilangkan rasa lelah . kami berdua pun dapat mengambil kesimpulan dari wawancara atau tugas ini, yaitu hormatilag guru karena menjadi guru tidak semudah yang kita bayangkan.
Posted by Akhmad Kurnia Adinegoro at 3:18 AM 0 comments http://img2.blogblog.com/img/icon18_edit_allbkg.gif
Sunday, November 21, 2010
    Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.
    Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

    Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.


    Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.


    Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.

Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.

    Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

    Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

    Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

    Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Bob.

    Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional.
Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.

    Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.

    Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.

Anak Guru

    Kembali ke tanah air tahun 1967, setelah bertahun-tahun di Eropa dengan pekerjaan terakhir sebagai karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg, Bob, anak bungsu dari lima bersaudara, hanya punya satu tekad, bekerja mandiri. Ayahnya, Sadino, pria Solo yang jadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia ketika Bob berusia 19.

    Modal yang ia bawa dari Eropa, dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang sepi, masih terhampar sawah dan kebun. Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya.

    Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. ”Hati saya ikut hancur,” kata Bob. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ”Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.”

    Untuk menenangkan pikiran, Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari sini Bob menanjak: Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985 menunjukkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar.

    ”Saya hidup dari fantasi,” kata Bob menggambarkan keberhasilan usahanya. Ayah dua anak ini lalu memberi contoh satu hasil fantasinya, bisa menjual kangkung Rp 1.000 per kilogram. ”Di mana pun tidak ada orang jual kangkung dengan harga segitu,” kata Bob.

    Om Bob, panggilan akrab bagi anak buahnya, tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Baginya, bidang yang ditekuninya sekarang tidak ada habis-habisnya. Karena itu ia tak ingin berkhayal yang macam-macam.

    Haji yang berpenampilan nyentrik ini, penggemar berat musik klasik dan jazz. Saat-saat yang paling indah baginya, ketika shalat bersama istri dan dua anaknya.

Nama :
Bob Sadino
Lahir :
Tanjungkarang, Lampung, 9 Maret 1933
Agama :
Islam

Pendidikan :
-SD, Yogyakarta (1947)
-SMP, Jakarta (1950)
-SMA, Jakarta (1953)

Karir :
-Karyawan Unilever (1954-1955)
-Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg (1950-1967)
-Pemilik Tunggal Kem Chicks (supermarket) (1969-sekarang)
-Dirut PT Boga Catur Rata
-PT Kem Foods (pabrik sosis dan ham)
-PT Kem Farms (kebun sayur)

Alamat Rumah:
Jalan Al Ibadah II/12, Kemang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 793981

Alamat Kantor :
Kem Chicks Jalan Bangka Raya 86, Jakarta Selatan Telp: 793618

Referensi :

- http://pengusahamuda.wordpress.com/biografi/
- http://id.wikipedia.org/wiki/Bob_Sadino

PROFIL WIRAUSAHAWAN DI SEKITAR RUMAH

Pak Alansyah beliau bekerja di dalam bidang usaha makanan , yaiu beliau menjual kripik pedas, baik dari yang rp.500-rp10.000. beliau sekarang telah menjalani usaha di bidang makanan.lokasi tempat usaha beliau adalah di Tridaya 3 blok D16 no.7(Home Industri). Usaha ini telah dijalaninya selama 2 tahun, meskipun beliau baru menjalani usaha ini tetapi usahanya di bidang ini cukup lumayan maju. Dan hasil dari usaha ini lebih dari cukup untuk menafkahi keluarganya, beliau memilik seorang istri dan 2 orang anak laki”.  Usaha yang sekarang cukup maju tersebut dijalaninya dari nol. Dan beliau bersyukur usaha’a cukup maju dalam  pekerjaan yang beliau jalani saat ini.

Posted by Akhmad Kurnia Adinegoro at 6:18 AM 0 comments http://img2.blogblog.com/img/icon18_edit_allbkg.gif
Sebenarnya definisi kewirausahaan itu cukup bervariasi, tapi di sini kita coba buat definisi kewirausahaan ini secara umum dan bahasa sehari-hari.
Seperti kita tahu kewirausahaan berasal dari kata dasar wirausaha dan wirausaha terdiri dari 2  kata yaitu, wira yang berarti kesatria, pahlawan, pejuang, unggul, gagah berani, sedangkan satu lagi adalah kata usaha yang berarti bekerja, melakukan sesuatu.
Dengan demikian pengertian dari wirausaha ditinjau dari segi arti kata adalah orang tangguh yang melakukan sesuatu. Tetapi kalau definisi kewirausahaan yang lebih detail disini akan kita ambil dari beberapa sumber.
Mengacu dari Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan 
Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, disebutkan bahwa:
  1. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.
  2. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang  lebih besar.
Kewirausahaan atau dalam bahasa perancis disebut entrepreneurship dan kalau diterjemahkan secara harfiah punya pengertian sebagai perantara, diartikan sebagai sikap dan perilaku mandiri yang mampu memadukan unsur cipta, rasa dan karya atau mampu menggabungkan unsur kreativitas, tantangan, kerja keras dan kepuasan untuk mencapai prestasi maksimal .
Stoner, James: kewirausahaan adalah kemampuan mengambil faktor-faktor produksi-lahan kerja, tenaga kerja dan modal-menggunakannya untuk memproduksi barang atau jasa baru. Wirausahawan menyadari peluang yang tidak dilihat atau tidak dipedulikan oleh 
eksekutif bisnislain.
Posted by Akhmad Kurnia Adinegoro at 6:11 AM 0 comments http://img2.blogblog.com/img/icon18_edit_allbkg.gif
Adapun sikap positif yang dimiliki yaitu antara lain :
1. Terhadap Diri Sendiri
Sebagai manusia terkadang memiliki tidak ada  kepercayaan diri. Padahal, manusia itu sendiri adalah produk dari pikirannya. Jika kita berpikir bahwa kita adalah orang yang biasa Saja maka kita akan menjadi orang yang biasa saja. Tetapi kalau Anda berpikir akan sukses, maka Anda akan menjadi orang sukses. karena kita akan berpikir dan melakukan hal-hal yang dilakukan orang sukses.
2. Terhadap Orang Lain
Saling menghargai kepada semua orang dan ramah serta memberikan senyuman. Silaturahmi mendatang rezeki pada kita dan Senyum adalah Ibadah.
3. Terhadap Belajar
Tak ada manusia yang terlahir sempurna di dunia ini, maksudnya tidak ada satupun manusia yang terlahir langsung menjadi orang yang sukses. Tuhan Maha Adil, orang yang mau belajar dan mau bekerja keraslah yang akan diberikan kesuksesan.
4. Terhadap Kerja Keras
Kerja keras ditentukan dari 10 persen dari bakat dan selebihnya adalah kerja keras!!!!
5. Terhadap Masalah dan Kegagalan
Setiap manusia pasti ada masalah dan pernah mengalami kegagalan. Masalah diciptakan untuk manusia agar maju dan berkembang. Setiap kali kita mendapatkan masalah dan dapat memcahkannya, kita akan menjadi lebih dewasa. Jadi bersyukurlah kalau ada masalah. Untuk menjadi sukses memang SULIT, tapi lebih sulit lagi kalau kita TIDAK SUKSES! Tidak ada orang yang gagal yang ada hanyalah orang yang berhenti sebelum sukses.
Posted by Akhmad Kurnia Adinegoro at 6:06 AM 0 comments http://img2.blogblog.com/img/icon18_edit_allbkg.gif

Ciri-ciri Kewirausahaan Unggul/Berhasil

Menjadi wirausaha profesional harus memenuhi criteria ketangguhan dan ketangguhan. Adapun ciri dari kedua kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

Ciri dan Kemampuan Wirausaha Tangguh

1) Berpikir dan bertindak strategik, adaptif terhadap perubahan dalam berusaha mencari peluang keuntungan termasuk yang mengandung resiko agak besar dan dalam

mengatasi masalah.

2) Selalu berusaha untuk mendapat keuntungan melalui berbagai keunggulan dalam memuaskan langganan.

3) Berusaha mengenal dan mengendalikan kekuatan dan kelemahan perusahaan (dan pengusahanya) serta meningkatkan kemampuan dengan sistem pengendalian intern.

4) Selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan ketangguhan perusahaan terutama dengan pembinaan motivasi dan semangat kerja serta pemupukan permodalan.
Posted by Akhmad Kurnia Adinegoro at 6:02 AM 0 comments http://img2.blogblog.com/img/icon18_edit_allbkg.gif
-Contoh yang baik adalah nasehat terbaik. ~ Fuller
-Jika kita melayani, maka hidup akan lebih berarti. ~ John Gardne
-Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu -kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. ~ Bung Karno
-Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari; dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri. ~ Mary McCarthy
-Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain daripada ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingan- kepentingan yang lebih besar. ~ La Roucefoucauld
-Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu. ~ Benjamin Franklin
-Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain. ~ Cicero
-Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. ~ Dale Carnegie
-Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur, karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat. ~ George Downing
-Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berpikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berpikir seperti komputer. ~ Sydney Harris
-Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu. ~ William Feather
-Dalam masalah hati nurani, pikiran pertamalah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang paling baik. ~ Robert Hall
-Belajarlah dari kesalahan orang lain. Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri.~ Martin Vanbee
-Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi. ~ Ernest Newman
-Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak. ~ Aldus Huxley
-Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai. ~ Schopenhauer
-Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh. ~ Andrew Jackson
-Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik. ~ Evelyn Underhill
-Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan. ~ Johan Wolfgang Goethe
-Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika orang sudah mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan. 
Posted by Akhmad Kurnia Adinegoro at 5:58 AM 0 comments http://img2.blogblog.com/img/icon18_edit_allbkg.gif
Subscribe to: Posts (Atom)
About Me
My Photo
Akhmad Kurnia

Senin, 11 Oktober 2010

ENTREPRENEUR

ENTREPRENEUR

Kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.
Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya (1). Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan Cantillon, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya. Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan.
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.
Ciri-ciri wirausaha yang berhasil:
  • Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut.
  • Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
  • Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya.
  • Berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
  • Kerja keras. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ dia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.
  • Bertanggungjawab terhadap segala aktivitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggung jawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.
  • Komitmen pada berbagai pihak.
  • Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dijalankan, antara lain kepada: para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas.

Sikap wirausaha

Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:
  • Disiplin
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan. Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut. Wirausahawan harus taat azas. Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan. Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja.
  • Komitmen Tinggi
Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya. Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya.Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.
  • Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks.Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan olehwirausahawan.
  • Kreatif dan Inovatif
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yangmemberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
  • Mandiri
Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan.Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.
  • Realistis
Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya.Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya.Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/ sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.

15 KATA MOTIVASI

1.Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh. (Andrew Jackson)

2.Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik. ( Evelyn Underhill)


3.Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan. (Johan Wolfgang Goethe)

4.Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putus-nya dipukul ombak. Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan ia menenteramkan amarah ombak dan gelombang itu. (Marcus Aurelius)


5.Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai. (Schopenhauer)


6.Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak. (Aldus Huxley)


7.Dalam masalah hati nurani, pikiran pertamalah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang paling baik. (Robert Hall)


8.Belajarlah dari kesalahan orang lain. Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri. (Martin Vanbee)


9.Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi. (Ernest Newman)


10.Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur, karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat. (George Downing)

11.Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. (Dale Carnegie)

12.Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berpikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berpikir seperti komputer. (Sydney Harris)


13.Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain. (Cicero)


14.Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu. (William Feather)

15.Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari; dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri. (Mary Mccarthy)

PROFIL PENGUSAHA TERKENAL

Ir Ciputra Pengusaha Sukses, Sebuah Inspirasi


Profil dan Otobiografi Singkat Ir. CiputraIr.

Ciputra (lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931; umur 77 tahun) adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ciputra menghabiskan masa kecil hingga remajanya di sebuah desa terpencil di pojokan Sulawesi Utara. Begitu jauhnya sehingga desa itu sudah nyaris berada di Sulawesi Tengah. Jauh dari Manado, jauh pula dari Palu. Sejak kecil Ciputra sudah merasakan kesulitan dan kepahitan hidup. Terutama saat bapaknya ditangkap dan diseret dihadapannya oleh pasukan tak dikenal, dituduh sebagai mata-mata Belanda/ Jepang dan tidak pernah kembali lagi (pada tahun 1944). Ketika remaja sekolah di SMP Frater Donbosco Manado.


Ketika tamat SMA, kira-kira saat dia berusia 17 tahun, dia meninggalkan desanya menuju Jawa, lambang kemajuan saat itu. Dia ingin memasuki perguruan tinggi di Jawa. Maka, masuklah dia ke ITB (Institut Teknologi Bandung). Keputusan Ciputra untuk merantau ke Jawa tersebut merupakan salah satu momentum terpenting dalam hidupnya yang pada akhirnya menjadikan Ciputra orang sukses. Keputusan Ciputra untuk merantau ketika tamat SMA merupakan keputusan yang tepat, karena pada usia tersebut muncul adanya keinginan untuk bebas yang disertai rasa tanggung jawab pada diri individu. Ciputra adalah perantau yang sempurna. Dia mendapatkan kebebasan, tapi juga memunculkan rasa tanggung jawab pada dirinya.


Bagi Ciputra, perintis pengembang properti nasional sekaligus pembangun 20 kota satelit di seluruh Indonesia, pengalaman hidup susah sejak kecil adalah pemicu kesuksesannya. Ciputra yang lahir di Parigi, Sulawesi Tengah 77 tahun lalu, harus merasakan kerasnya hidup sejak usia 12 tahun, tanpa ayah. Sang ayah ditangkap tentara pendudukan Jepang dan akhirnya meninggal di penjara.


Sebagai bungsu dari 3 bersaudara, Ciputra kecil harus bergelut dengan berbagai pekerjaan untuk mencari uang membantu sang ibu yang berjualan kue. Ciputra yang mengaku sangat bandel dan nakal sejak kecil, juga harus berjalan kaki tanpa alas kaki sejauh 7 kilometer ke sekolah setiap hari. Kenakalan Ciputra terlihat dari sifatnya yang seenaknya sendiri. Saat disuruh belajar bahasa Belanda, Jepang atau China, dia malas. Dia hanya mau belajar bahasa yang dianggapnya akan berguna baginya, yaitu bahasa Indonesia. Akibatnya, saat usia 12 tahun dia masih di kelas 2 SD karena berkali-kali tinggal kelas.


Pasca ditinggal sang ayah, barulah Ciputra bangkit dan mau belajar giat hingga selalu menjadi nomor 1 di sekolah. Kegemilangan prestasi Ciputra terus berlanjut hingga mampu menamatkan kuliah di jurusan arsitektur ITB. Setelah lulus kuliah, jiwa wirausaha Ciputra mengantarkannya menjadi raksasa pengembang properti di tanah air lewat PT Pembangunan Jaya saat itu, dan akhirnya menjadi grup Ciputra. Dan hingga kini, berbagai bangunan properti yang menghiasi wajah Jakarta, tak bisa dilepaskan dari campur tangan seorang Ciputra.



CIPUTRA, Pengusaha asal Sulawesi Tengah

Ketika mula didirikan, PT Pembangunan Jaya cuma dikelola oleh lima orang. Kantornya menumpang di sebuah kamar kerja Pemda DKI Jakarta Raya. Kini, 20-an tahun kemudian, Pembangunan Jaya Group memiliki sedikitnya 20 anak perusahaan dengan 14.000 karyawan. Namun, Ir. Ciputra, sang pendiri, belum merasa sukses. ``Kalau sudah merasa berhasil, biasanya kreativitas akan mandek,`` kata Dirut PT Pembangunan Jaya itu.

Ciputra memang hampir tidak pernah mandek. Untuk melengkapi 11 unit fasilitas hiburan Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), Jakarta -- proyek usaha Jaya Group yang cukup menguntungkan -- telah dibangun "Taman Impian Dunia". Di dalamnya termasuk "Dunia Fantasi", "Dunia Dongeng", "Dunia Sejarah", "Dunia Petualangan", dan "Dunia Harapan". Sekitar 137 ha areal TIJA yang tersedia, karenanya, dinilai tidak memadai lagi. Sehingga, melalui pengurukan laut (reklamasi) diharapkan dapat memperpanjang garis pantai Ancol dari 3,5 km menjadi 10,5 km.

Masa kanak Ciputra sendiri cukup sengsara. Lahir dengan nama Tjie Tjin Hoan di Parigi, Sulawesi Tengah, ia anak bungsu dari tiga bersaudara. Dari usia enam sampai delapan tahun, Ci diasuh oleh tante-tantenya yang "bengis". Ia selalu kebagian pekerjaan yang berat atau menjijikkan, misalnya membersihkan tempat ludah. Tetapi, tiba menikmati es gundul (hancuran es diberi sirop), tante-tantenyalah yang lebih dahulu mengecap rasa manisnya. Belakangan, ia menilainya sebagai hikmah tersembunyi. "Justru karena asuhan yang keras itu, jiwa dan pribadi saya seperti digembleng," kata Ciputra.

Pada usia 12 tahun, Ciputra menjadi yatim. Oleh tentara pendudukan Jepang, ayahnya, Tjie Siem Poe, dituduh anti-Jepang, ditangkap, dan meninggal dalam penjara. "Lambaian tangan Ayah masih terbayang di pelupuk mata, dan jerit Ibu tetap terngiang di telinga," tuturnya sendu. Sejak itu, ibunyalah yang mengasuhnya penuh kasih. Sejak itu pula Ci harus bangun pagi- pagi untuk mengurus sapi piaraan, sebelum berangkat ke sekolah -- dengan berjalan kaki sejauh 7 km. Mereka hidup dari penjualan kue ibunya.

Atas jerih payah ibunya, Ciputra berhasil masuk ke ITB dan memilih Jurusan Arsitektur. Pada tingkat IV, ia, bersama dua temannya, mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan -- berkantor di sebuah garasi. Saat itu, ia sudah menikahi Dian Sumeler, yang dikenalnya ketika masih sekolah SMA di Manado. Setelah Ciputra meraih gelar insinyur, 1960, mereka pindah ke Jakarta, tepatnya di Kebayoran Baru. ``Kami belum punya rumah. Kami berpindah-pindah dari losmen ke losmen,`` tutur Nyonya Dian, ibu empat anak. Tetapi dari sinilah awal sukses Ciputra.

Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Namun dengan prinsip hidup yang kuat Ciputra mampu melewati masa itu dengan baik. Ciputra selalu berprinsip bahwa jika kita bekerja keras dan berbuat dengan benar, Tuhan pasti buka jalan. Dan banyak mukjizat terjadi, seperti adanya kebijakan moneter dari pemerintah, diskon bunga dari beberapa bank sehingga ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.

Ciputra telah sukses melampaui semua orde; orde lama, orde baru, maupun orde reformasi. Dia sukses membawa perusahaan daerah maju, membawa perusahaan sesama koleganya maju, dan akhirnya juga membawa perusahaan keluarganya sendiri maju. Dia sukses menjadi contoh kehidupan sebagai seorang manusia. Memang, dia tidak menjadi konglomerat nomor satu atau nomor dua di Indonesia, tapi dia adalah yang TERBAIK di bidangnya: realestate.

Pada usianya yang ke-75, ketika akhirnya dia harus memikirkan pengabdian masyarakat apa yang akan ia kembangkan, dia memilih bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan universitas Ciputra. Bukan sekolah biasa. Sekolah ini menitikberatkan pada enterpreneurship. Dengan sekolah kewirausahaan ini Ciputra ingin menyiapkan bangsa Indonesia menjadi bangsa pengusaha.

Ir Ciputra

Ir. Ciputra Menghadapi Krisis Ekonomi

Keran KPR yang mulai mengucur, membuat aktivitas PT Ciputra Development terdengar lagi. Kelompok usaha ini semakin giat beriklan. Akankah Ciputra segera berjaya kembali? Akibat krisis ekonomi yang melanda negeri ini, sebagaimana kebanyakan pengusaha properti lainnya, Ciputra pun harus melewati masa krisis dengan kepahitan. Padahal, serangkaian langkah penghematan telah dilakukan. Grup Ciputa (GC), misalnya, terpaksa harus memangkas 7 ribu karyawannya, dan yang tersisa cuma sekitar 35%.

Lantas, semua departemen perencanaan di masing-masing anak perusahaan segera ditutup dan digantikan satu design center yang bertugas memberikan servis desain kepada seluruh proyek. Jenjang komando 9 tingkat pun dipotong menjadi 5. Akibatnya, banyak manajer kehilangan pekerjaan. Lebih pahit lagi: kantor pusat GC yang semula berada di Gedung Jaya, Thamrin, Jakarta Pusat, terpaksa pindah ke Jl. Satrio -- kompleks perkantoran milik GC. Paling tidak, dengan cara semacam itu, GC bisa menghemat Rp 4 miliar/tahun.

Sementara Harun dan tim keuangannya -- setelah susut menjadi 7 orang dan gajinya dipotong hingga 40% -- hengkang ke salah satu lantai Hotel Ciputra, Grogol, Jakarta Barat. Di tempat itu, mereka menyewa beberapa ruangan. Selebihnya, kabar yang menjadi rahasia umum: utang GC macet total.

Menurut Harun, para petinggi CD waktu itu sadar betul kondisi yang ada tidak bakalan berubah secepat yang dibayangkan. Soalnya, berlalunya krisis moneter yang belakangan bermetamorfosis menjadi krisis multidimensional sejatinya berada di luar kendali mereka. Celah yang masih terbuka hanyalah konsolidasi internal dan restrukturisasi perusahaan.

Maka, selain memangkas biaya operasional secara drastis, CD pun segera menerapkan strategi pemasaran baru: menjual kapling siap bangun. Kata Harun, selain CD kala itu hanya menyimpan sedikit stok rumah siap huni, perubahan strategi pemasaran ini juga dilakukan untuk membidik konsumen berkantong tebal. Maklumlah, mengharapkan KPR ibarat pungguk merindukan bulan. Adapun yang tersisa, ya itu tadi, pasar kalangan kelas menengah-atas. Mereka biasanya lebih suka membeli kapling karena dapat menentukan sendiri desain rumahnya.

Keuntungan lain menjual kapling tanah: berkurangnya biaya operasional. Masih menurut Harun, dengan menjual kapling siap bangun, CD cuma berkewajiban menyediakan infrastruktur seperti telepon, air, listrik dan jalan. Memang, ketimbang membangun rumah siap huni, biaya penyediaan infrastruktur relatif jauh lebih murah. Dalam perhitungan Harun, biaya yang dikeluarkan per m2-nya cuma Rp 90 ribu.

Sementara itu, bila membangun rumah siap huni, CD mesti siap menerima kenyataan jika harga bahan-bahan bangunan meningkat pesat. Besi, misalnya. Setelah kurs rupiah terhadap US$, harganya naik 60%. Sementara semen dan keramik, masing-masing meningkat menjadi 40% dan 30%. Jadi, "Tak ada alasan tidak menerapkan strategi itu," ujar Harun. Kebijakan itu berlaku di Jakarta dan di Surabaya.

Guna mendukung strategi di atas, program-program above the line juga tak luput dikoreksi. Hasilnya, dari monitoring yang dilakukan, para petinggi CD akhirnya berkesimpulan, mubazir bila beriklan gencar di masa krisis. "Seperti membunuh tikus dengan memakai bom," jelas Harun. Alhasil, pilihan kemudian jatuh pada penjualan langsung. Bahannya diolah dari database konsumen milik CD. Dan supaya lebih terarah, database diolah lewat pembentukan klub-klub penjualan, di Jakarta maupun Surabaya.

Namun, apa daya, meski harga kapling siap bangun belum dinaikkan dan tim pemasaran bekerja sekeras mungkin, toh strategi itu tidak langsung membuahkan hasil yang memuaskan. Lebih dari Tiga bulan, konsumen yang tertarik dengan ratusan hektare tanah matang milik CD yang dijual dalam bentuk kapling siap bangun -- dari total 1.800 har landbank (tanah mentah) CD yang tersebar di Jakarta dan Surabaya -- bisa dihitung dengan jari.

Kata Harun, petinggi CD lagi-lagi sadar para pemilik uang sesungguhnya lebih memilih mendepositokan uangnya ketimbang membeli kaping siap bangun. Maka, "Tahun 1998 adalah tahun yang paling sulit yang pernah dilalui CD," kenangnya. Masalahnya, uang yang masuk selama setahun cuma Rp 40 miliar.

Itulah nilai total hasil penjualan lima proyek perumahan di Jakarta dan Surabaya milik CD. Jelas, ketimbang tahun-tahun sebelumnya, saat kondisi ekonomi masih normal, kenyataan tersebut benar-benar menyakitkan. Sebelum krisis, dari satu proyek saja, CD bisa meraup uang sebanyak Rp 10 miliar/bulan. Artinya, angka Rp 40 miliar tersebut biasanya dicapai hanya dalam sebulan.

Yang lebih menyesakkan, menurut sumber SWA, Pak Ci ikut-ikutan menambah beban psikologis pasukannya. Hampir setiap hari CEO GC itu uring-uringan tanpa sebab yang jelas. Seingatnya,waktu itu Pak Ci jarang bertanya kepada anak buahnya bagaimana sebenarnya kondisi di lapangan. "Ia malah seperti tak habis-habisnya melakukan pressure kepada timnya," jelas si sumber.

Dan lucunya lagi, bahkan di luar dugaan banyak orang -- sang sumber sendiri kaget luar biasa -- Pak Ci sampai-sampai "menodong" seorang pemuka agama agar jemaat gerejanya membeli kapling siap bangun di salah satu proyek perumahan CD. "Benar-benar tidak masuk akal," ungkap sumber. Benarkah? "Bohong. Kalau stres, siapa yang tidak stres waktu itu," bantah Harun.

Untunglah, bersamaan turunnya suku bunga deposito di awal 1999, strategi itu mulai menampakkan hasil. Kecil memang, tapi, "Kami sudah mulai sibuk," ujar Harun. Ia menunjuk aktivitas penjualan kapling siap bangun, khususnya yang di Surabaya. "Di kota ini, penjualannya cukup bagus."

Sayang, Harun tak bersedia menyebutkan nilai transaksi di Kota Buaya. Yang jelas, tidak seperti di Jakarta, jumlah item kapling siap bangun yang ditawarkan CD di Surabaya lumayan variatif. Dari segi luas contohnya, 1.200-2.000 m2 dengan harga jual minimal: Rp 600 ribu/meter2. Selain itu, ada pula kapling golf -- posisinya berhadapan atau di sekitar lapangan golf. "Kapling jenis ini, sekalipun lebih mahal, tampak paling disukai," jelas Harun.

Bagaimana dengan Jakarta? Kendati kapling yang dijual hanya berukuran 200-500 m2, angka penjualannya tidak sebagus di Surabaya. Dan kapling yang disukai konsumen kebanyakan yang berukuran 400 m2 seharga Rp 225-500 ribu/m2. Menurut Harun, hal itu terjadi karena tingkat persaingan di Jakarta lebih ketat ketimbang di Surabaya. Soalnya, "Ada banyak proyek serupa di sini," ujarnya. Dan, yang lebih penting, kapling golf bukanlah hal yang istimewa bagi banyak konsumen metropolitan. "Jadi, penawaran kami sama seperti yang lain. Karena itu pula, bisa jadi konsumen mencari yang lebih murah."

Seperti yang sudah-sudah, tutur menantu Ciputra itu, kebutuhan konsumen di Jakarta sejatinya adalah rumah siap huni yang dilengkapi fasilitas KPR. Karena itu, bermodalkan pendapatan hasil penjualan kapling siap bangun plus tersedianya sarana KPR, CD pun mulai menggiatkan pembangunan rumah siap huni, di Citra Raya Tangerang, Citra Indah Jonggol, Citra Grand Cibubur ataupun Citra Cengkareng.

Bersamaan waktunya, CD pun kembali rajin beriklan. Namun, tidak seperti tiga tahun lalu, kini belanja iklannya diatur ketat. Indikator pertama yang dihitung sebelum mengeluarkan uang untuk berpromosi di berbagai media cetak adalah jumlah total hari libur dalam setiap bulan. Yang jelas, sebulan CD beriklan tak lebih dari tiga kali. "Bukan apa-apa. Kami hanya ingin iklan itu bisa efektif mencapai sasaran," katanya. Ia menambahkan, klub-klub penjualan yang dulu sempat dibentuk tetap diteruskan.

Hanya saja, lagi-lagi sayang, Harun mengaku tidak ingat persis jumlah uang yang masuk ke kocek CD setelah perusahaan properti yang dipimpinnya itu kembali rajin beriklan. Ia hanya mengatakan, "Cash flow kami cukup aman." Ditambah semakin membaiknya daya beli konsumen, Harun pun optimistis, CD dan GC bisa berkibar kembali. Namun, tentu saja, ia mengaku, "Tidak seperti dulu lagi."

Minggu, 15 Agustus 2010

soal ekonomi

Latihan Soal Kelangkaan, Kebutuhan

A. Pilihan Ganda

1. (UN 2001/2002) Manusia melakukan kegiatan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan. Kesejahteraan material yang berhubungan dengan benda dan jasa disebut :
a. produksi d. kebutuhan
b. distribusi e. kemakmuran
c. konsumsi

2. Diantara barang-barang di bawah ini, yang termasuk kebutuhan primer adalah …
a. TV d. mobil
b. Tas e. buku pelajaran
c. Roti

3. Kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani merupakan penggolongan kebutuhan menurut ….
a. intensitas c. wujud e. subyek
b. sifat d. waktu

4. Kebutuhan rumah sakit, jalan, jembatan, dan sekolah adalah jenis kebutuhan menurut …
a. waktunya d. sifatnya
b. subjek yang membutuhkan e. cara memperolehnya
c. intensitasnya

5. EBTANAS-SMA-93-01
Pembagian kebutuhan atas kebutuhan primer, sekunder, dan tertier, termasuk ...
A. intensitas kegunaan
B. wujud kebutuhan
C. bentuk dan sifat
D. waktu penggunaan
E. subjek yang membutuhkan

6. Pasangan berikut yang bukan barang substitusi, yaitu …
a. kereta api dan bus kota d. kompor dan minyak tanah
b. sepatu dan sandal e. sepeda motor dan sepeda
c. teh dan kopi

7. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia, kecuali …
a. Pendidikan d. Jumlah anggota keluarga
b. Lingkungan e. Jumlah barang yang diproduksi
c. Kebudayaan

8. Menjelang hari lebaran, Ibu selalu membelikan baju dan sepatu baru buat kamu. Tindakan konsumsi yang dilakukan Ibu dipengaruhi oleh ...
a. Selera d. Harga barang
b. Pendapatan e. mode
c. Kebudayaan

9. EBTANAS-SMA-01-05
Hal berikut ini yang tidak mempengaruhi kebutuhan manusia adalah ...
A. kesehatan
B. peradaban masyarakat
C. adat istiadat
D. udara dan sinar matahari bagi masyarakat negara tropis
E. agama

10. Tio mempunyai kamar tidur lebih luas daripada kamar tidur Fitri karena Tio kakak Fitri. Kebutuhan kamar tidur kedua orang tersebut termasuk kebutuhan …
a. rohani c. sosial e. individu
b. kolektif d. psikologis

11. Kesenjangan antara harapan, kenyataan, dan kebutuhan disebut…
a. keinginan c. inti masalah ekonomi e. kebutuhan
b. kelangkaan d. masalah ekonomi

12. Inti masalah ekonomi adalah ..
a. kebutuhan manusia yang dapat dipenuhi dengan kerja
b. kebutuhan manusia dan keterbatasan alat pemuasnya
c. kebutuhan manusia dan uang sebagai alat pemuasnya
d. kebutuhan manusia dan barang atau jasa sebagai alat pemuasnya
e. kebutuhan manusia dalam mencapai kepuasan hidup

13. Dari berbagai macam barang di bawah ini, yang merupakan barang ekonomi atau barang langka adalah..
a. pasir untuk membangun rumah d. air hujan
b. pasir di gurun e. oksigen di udara bebas
c. air bersih di sungai di kaki gunung
14. Dari berbagai macam barang di bawah ini, yang merupakan barang bebas adalah
a. pasir untuk membangun rumah d. Air minum isi ulang
b. pasir di gurun e. Oksigen di rumah sakit
c. air bersih di perkotaan

15. Salah satu penyebab kelangkaan sumber daya adalah …
a. keserakahan manusia dalam memenuhi kebutuhannya
b. perusakan alam dan habitat alam
c. akibat dari canggihnya teknologi
d. permintaan kebutuhan manusia yang tidak seimbang dengan pemeliharaan alam
e. factor alam, di mana suatu saat alam pasti akan musnah

16. Perhatikan pernyataan berikut :
1. Jumlah tenaga ahli kurang
2. Sumber daya alam melimpah
3. Penguasaan ilmu dan tekhnologi rendah
4. Kebutuhan manusia terbatas
5. Jumlah modal terbatas
Faktor-faktor yang menyebabkan kelangkaan sarana pemuas kebutuhan, yaitu …
a. 1, 2, dan 3 c. 1, 3, dan 5 e. 3, 4, dan 5
b. 1, 3, dan 4 d. 2, 3, dan 5

17. Kelangkaan memaksa manusia untuk ...
a. melakukan efisiensi
b. mengeluarkan biaya
c. membayar untuk mendapatkan barang atau jasa
d. memproduksi barang dan jasa
e. membuat pilihan

18. Cara mengatasi kelangkaan air :
a. mandi dengan menggunakan bath tube
b. mandi dengan menggunakan shower
c. mandi dengan menggunakan gayung
d. menyedot air dengan jet pump
e. menyiram bunga menggunakan air PAM

19. Pernyataan yang benar tentang penghematan listrik
a. Pasokan listrik di Indonesia melimpah karena Indonesia kaya akan sumber daya alam yang bisa dipakai untuk dijadikan pembangkit listrik
b. Menghemat listrik pada pukul 05.00 – 10.00 karena pemakaiannya yang padat
c. Menghemat listrik pada pukul 17.00 – 22.00 karena pemakaiannya yang padat
d. Cara menghemat listrik yang tepat adalah dengan menggunakan alat penghemat listrik
e. Hematlah listrik dengan cara menggunakan lampu pijar

20. Faktor-faktor yang diperlukan dalam proses produksi adalah ….
a. bahan baku, uang dan mesin
b. alam, tenaga kerja, modal dan wirausaha
c. bahan baku, modal dan tenaga kerja
d. bahan baku, uang, modal dan tenaga kerja
e. alam, tenaga kerja, keahlian dan uang

21. Anda melihat barang-barang bekas kemudian timbul kreasi untuk mengubah menjada mainan anak-anak. Usaha yang anda lakukan termasuk kegiatan produksi sebab.....
A. menciptakan barang baru
B. mengubah bentuk barang baru
C. mempertinggi kegunaan barang
D. mengolah barang baku menjadi barang jadi
E. mengadakan barang yang belum ada

22. Survei pasar sangat diperlukan guna membantu produsen terutama dalam mengatasi satu masalah ekonomi, yakni …
a. bagaimana cara memproduksi ?
b. untuk siapa diproduksi ?
c. di mana diproduksi ?
d. siapa yang memproduksi ?
e. apa yang harus diproduksi ?

23. Berikut ini yang bukan menjadi masalah dasar ekonomi adalah …
a. untuk siapa barang diproduksi
b. bagaimana meningkatkan kapasitas produksi
c. bagaimana cara memproduksi barang dan jasa
d. berapa banyak barang dan jasa harus diproduksi
e. bagaimana cara mendistribusikan hasil produksi

24. Biaya peluang timbul karena beberapa factor, yaitu …
a. sumber daya tersedia secara terbatas
b. kebutuhan manusia tidak terbatas
c. keharusan untuk membuat pilihan
d. sejumlah uang dikeluarkan untuk membeli sesuatu
e. mekanisme pasar

25. Opportunity Cost adalah ….
a. Sumber daya yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan
b. Sumber daya yang dapat digunakan hanya untuk satu tujuan
c. Biaya yang dikorbankan untuk memenuhi kebutuhan yang lain
d. Biaya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang lain
e. Biaya yang diperlukan untuk memenuhi beberapa kebutuhan sekaligus

26. Fajar mempunyai uang sebesar Rp. 50.000,00. Dengan uang itu, Fajar dapat membeli satu potong baju atau 2 buah buku sekolah dengan harga masing-masing Rp. 25.000,00. Ketika memutuskan untuk membeli 2 buah buku, biaya peluang yang timbul adalah …
a. Rp. 50.000,00 d. tidak dapat membeli dua potong baju
b. Rp. 25.000,00 e. tidak ada
c. Tidak dapat membeli satu potong baju

27. Berikut ini merupakan ciri-ciri sistem ekonomi:
1. kegiatan produksi dilakukan sesuai dengan kebutuhan
2. tidak ada pembagian kerja
3. hak milik perorangan tidak diakui
4. transaksi dilakukan secara barter
5. kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah
6. tidak ada kebebasan individu dalam berusaha
Yang merupakan ciri-ciri system ekonomi tradisional adalah ….
a. 1, 2, dan 3
b. 1, 2, dan 4
c. 1, 2, dan 5
d. 2, 4, dan 6
e. 4, 5, dan 6

28. Teknik produksi yang diperoleh secara turun temurun dan produksi mengandalkan alam dan tenaga kerja terdapat dalam sistem ekonomi ...
a. terpusat d. campuran
b. tradisional e. liberal
c. terpimpin

29. Perhatikan kegiatan berikut ini :
1) Sartono memutuskan untuk tidak jajan hari ini karena uangnya lebih baik untuk membeli buku pelajaran
2) Toni selalu menonton sepak bola bila tim kesebelasan idolanya bertanding
3) Petani memilih menanam kedelai pada musim tanam ini dan tidak menanam jagung
4) Bu Siti setiap hari selalu memakan buah-buahan sesuai anjuran dokter pribadinya.
5) Pak Cipto pergi ke kantor naik sepeda motor yang dibeli seminggu yang lalu
Kegiatan di atas yang merupakan biaya peluang adalah ...
a. 1 dan 2 d. 3 dan 4
b. 1 dan 3 e. 4 dan 5
c. 2 dan 3

30. Berikut ini merupakan kelemahan sistem ekonomi terpusat dan kelemahan sistem ekonomi pasar ….
1. hak milik perorangan tidak diakui
2. tidak ada kebebasan individu dalam berusaha
3. Adanya jurang pemisah anatara yang kaya dan yang miskin
4. kepentingan individu lebih diutamakan
5. masyarakat cenderung bersifat pasif
yang merupakan kelemahan sistem ekonomi pasar adalah ….
a. 1 dan 2
b. 1 dan 5
c. 2 dan 4
d. 3 dan 4
e. 4 dan 5

31. Berikut ini merupakan ciri-ciri sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi liberal :
1. Kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah
2. Masyarakat bebas berusaha dan memiliki alat produksi
3. Hak milik perorangan diakui
4. Orientasi kegiatan yang dilakukan tidak bersifat mencari keuntungan
5. Masyarakat bebas berinovasi dan berimprovisasi.

Yang merupakan ciri-ciri sistem ekonomi liberal adalah ….
a. 1, 2, dan 3
b. 1, 3, dan 4
c. 2, 3, dan 5
d. 2, 4, dan 5
e. 3, 4, dan 5

32. Di bawah ini adalah ciri-ciri sistem ekonomi
1. alat dan sumber daya ekonomi milik negara
2. adanya persaingan antarperusahaan
3. kebijaksanaan ekonomi diatur oleh pemerintah
4. Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah
5. adanya kebebasan individu untuk mencari keuntungan
6. semua alat dan sumber dikuasai perorangan.
Ciri sistem ekonomi liberal adalah nomor ...
a. 1, 2, dan 3 c. 2, 5, dan 6 e. 1, 4, dan 5
b. 2, 3, dan 4 d. 3, 4, dan 5

33. Sistem ekonomi di mana motif ekonominya akan difokuskan pada mencari keuntungan adalah sistem ekonomi ...
a. Tradisional d. Pemerintah
b. Campuran e. kapitalis
c. komando

34. Kebaikan sistem ekonomi
1. Kebebasan individu di dalam kegiatan perekonomiannya terjamin
2. Tidak ada praktik monopoli
3. Stabilitas perekonomian terjaga
4. Pendapatan masyarakat merata
Kebaikan sistem ekonomi komando atau terpusat terdapat pada nomor
a. 1, 2, dan 3 c. 2, 3, dan 4 e. 3, 4, dan 5
b. 1, 3, dan 4 d. 2, 4, dan 5

35. Berikut ini merupakan kelemahan sistem ekonomi terpusat dan kelemahan sistem ekonomi pasar ….
1. hak milik perorangan tidak diakui
2. tidak ada kebebasan individu dalam berusaha
3. Adanya jurang pemisah anatara yang kaya dan yang miskin
4. kepentingan individu lebih diutamakan
5. masyarakat cenderung bersifat pasif
Kelemahan sistem ekonomi terpusat adalah ….
a. 1, 2, dan 3
b. 1, 2, dan 4
c. 1, 2, dan 5
d. 2, 3, dan 4
e. 3, 4, dan 5

36. Kondisi yang jelas-jelas memperlihatkan sistem ekonomi komando..
a. tenjalin kerja sama yang baik antar pemerintah dan swasta
b. produksi, distribusi, dan konsumsi dikontrol oleh pemerintah
c. pemerintah memberikan keleluasaan kepada swasta untuk menjalankan bisnis
d. perusahaan swasta kecil mendapat subsidi dan pemerintah
e. adanya badan perencana yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi negara

37. Untuk mencapai kemakmuran dapat digunakan sistem ekonomi campuran, yaitu sistem ekonomi di mana..
a. perekonomian dipegang oleh swasta dan pemerintah
b. perekonomian dipegang oleh koperasi dan pemerintah
c. perekonomian dipegang oleh seluruh rakyat
d. perekonomian dipegang oleh pemerintah
e. perekonomian dipegang oleh seluruh masyarakat, dan pemerintah memegang posisi pembimbing dan pengkomando

38. Adanya mekanisme pemerintah menentukan kebijakan-kebijakan untuk mengatur mekanisme pasar agar berjalan lebih baik terdapat di sistem ekonomi ..
a. Pasar d. campuran
b. Kapitalis e. Tradisional
c. komando

39. EBTANAS-SMA-92-50
Berikut ini adalah ciri ekonomi terpusat dan liberal
1. produksi dan distribusi ditentukan swasta
2. produksi dan distribusi ditentukan negara
3. terdapat persaingan antar pengusaha
4. kebebasan berusaha tidak ada
5. kegiatan produksi bertujuan untuk mencari laba

Ciri-ciri sistem ekonomi liberal ...
A. 1, 2 dan 3 D. 2, 3 dan 4
B. 1, 3 dan 4 E. 3, 4 dan 5
C. 1, 3 dan 5

40. UNAS-SMA-03-19
Di bawah ini kebaikan dari sistem ekonomi yang berlaku di berbagai negara.
1. Setiap individu bebas memilih pekerjaan sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
2. Tidak ada kelas-kelas masyarakat, semua sama haknya.
3. Tidak akan terjadi konflik dan persaingan karena semua berjalan sesuai dengan kebijakan.
4. Dengan kebebasan, mendorong setiap orang mencari kemajuan.
5. Tiap anggota masyarakat tidak dibebani dengan target yang harus dicapai.

Yang merupakan kebaikan sistem ekonomi pasar adalah ...
A. 1 dan 4 D. 2 dan 4
B. 1 dan 5 E. 3 dan 5
C. 2 dan 3

41. (SPMB 2006 Reg I no. 60) Kemampuan barang untuk memenuhi kebutuhan dapat timbul karena…
1. Milik
2. Bentuk
3. Waktu
4. Elemen

42. (SPMB 2006 Reg I no. 56) Barang dan jasa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan, yang bukan termasuk benda ekonomi adalah …
1. Air yang dijajakan oleh tukang air keliling
2. Khitanan missal yang dilakukan dengan tujuan social
3. Udara dalam kemasan untuk bantuan pernafasan
4. Imunisasi bayi gratis di posyandu

43. (SPMB 2006 Reg III no. 58) Ciri-ciri barang yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan antara lain …
1. Dapat diperoleh tanpa pengorbanan
2. Jumlahnya relative terbatas
3. Selalu dibeli
4. Dapat saling menggantikan

44. (SPMB 2006 Reg III Kode soal 531 no. 60) Berikut adalah sifat-sifat kebutuhan …
1. Tidak terbatas
2. Berubah antarwaktu
3. Berbeda intensitas pemenuhannya
4. Konfirmasi

45. (SPMB2006 Reg III Kode soal 731 no. 60) Persoalan dasar ekonomi menyangkut …
1. Barang apa yang diproduksi dan berapa banyak
2. Bagaimana cara memproduksi barang
3. Untuk siapa barang akan didistribusikan
4. Bagaimana kualitas barang yang diproduksi

46. (SPMB 2005 Reg I no. 53) Biaya yang muncul ketika pelaku mengambil satu pilihan diantara berbagai pilihan yang dihadapinya disebut ….cost.
a. Production
b. Consumption
c. Opportunity
d. Choice
e. Sunk

47. (SPMB 2005 Reg I no. 54) For whom goods and services are produced dalam market system ditentukan oleh ….
a. Kuantitas dan harga factor
b. Kepemilikan factor secara individual
c. Kepemilikan factor secara komunal
d. Pemerintah
e. Pemerintah melalui lembaga yang ditunjuk

48. (SPMB 2005 Reg II no. 59) Munculnya ilmu ekonomi diakibatkan oleh adanya…
1. Kelangkaan lapangan pekerjaan
2. Kelangkaan sumber daya
3. Naiknya harga barang (inflasi)
4. Ketidakterbatasan kebutuhan manusia

49. (SPMB Reg II no. 5arang public adalah barang yang …
a. Diproduksi dan didistribusikan oleh pemerintah
b. Penyedianya dilakukan oleh BUMN
c. Tak dapat dihasilkan oleh perusahaan atau produsen swasta
d. Bila telah disediakan bagi seseorang, maka pemakaian oleh orang-orang lainnya tidak menambah atau menaikkan biayanya
e. Sangat diperlukan public

50. (SPMB 2003 reg I no. 45) Opportunitiy Cost untuk menghasilkan suatu unit tambahan dari ibarang ‘A’ dapat diartikan sebagai …
a. Laba yang diperoleh karena memproduksi barang ‘A’
b. Harga satuan barang ‘A’
c. Metode yang paling murah untuk mendapatkan barang ‘A’
d. Barang lain yang harus dikorbankan untuk mendapat barang ‘A’
e. Jumlah barang ‘A’ yang dapat dibeli.

51. (SPMB 2002 Reg I no. 46) Pengertian “langka” di dalam ekonomi adalah …
a. Tidak meratanya pendapatan
b. Tidak semua kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi
c. Barang-barang yang tersedia dikontrol oleh monopoli
d. Banyak pengangguran
e. Perlu bantuan pemerintah untuk mendistribusikannya

52. (SPMB 2003 Reg I no. 54) Persoalan pokok masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat modern adalah …
1. Barang dan jasa apa yang harus diproduksikan (what)
2. Bagaimana cara memproduksinya (how)
3. Untuk siapakah barang tersebut diproduksikan (for whom)
4. Kapan memproduksi barang tersebut (when)

53. (UMPTN 1999 no. 42) Opportunity Cost (biaya kesempatan ) muncul dalam tiap aktivitas ekonomi, karena …
1. Kuantitas sumber daya produksi terbatas
2. Kemampuan berproduksi mesin dibatasi umur penggunaannya
3. Hasrat manusia akan barang dan jasa tidak terbatas
4. Factor produksi capital dapat diperbaharui’

54. UM UGM 2005 Kode soal 632 no. 74
Istilah “ekonomi” merujuk pada:
1. Kelangkaan
2. Keterbatasan
3. Penetapan suatu harga
4. Permodalan perusahaan

55. UM UGM 2003 Kode soal 422 no. 42.
Seorang lulusan SMU diterima di UGM. Yang bersangkutan juga sudah diterima untuk bekerja penuh waktu (full time) di toko A dengan gaji Rp. 300.000,00 per bulan, di pabrik B dengan gaji Rp. 325.000,00 per bulan, dan di kantor C dengan gaji Rp. 350.000,00 per bulan. Jika yang bersangkutan memutuskan untuk kuliah dan bukan bekerja, maka biaya opportunitas-nya adalah …
a. Rp. 300.000, 00 per bulan
b. Rp. 325.000, 00 per bulan
c. Rp. 350.000, 00 per bulan
d. Rp. 50.000,00 per bulan
e. Rp. 25.000,00 per bulan

56. Pada saat (individu) konsumen melaksanakan suatu pilihan, akan menciptakan …..
a. Biaya konsumsi
b. Biaya sehari-hari
c. Biaya produksi
d. Biaya hidup
e. Biaya peluang

57. Pengertian barang substitusi adalah …
a. Barang yang langsung dapat memenuhi kebutuhan
b. Barang yang tersedia oleh alam
c. Barang yang penggunaannya bersamaan dengan barang lain
d. Barang yang kedudukannya dapat digantikan oleh barang lain
e. Barang yang diperoleh dengan pengorbanan yang tinggi

58. Berikut yang termasuk barang ekonomi….
1. Dapat menggantikan guna atau fungsi barang lain
2. Jumlahnya terbatas
3. Dapat diperoleh tanpa pengorbanan
4. Untuk memperolehnya dengan pengorbanan

59. Suatu kenyataan bahwa kebutuhan selalu lebih besar daripada sarana pemuas kebutuhan merupakan inti dari konsep …
a. Kebutuhan pokok
b. Ketergantungan
c. Kelangkaan
d. Sumber daya alam
e. Sarana pemuas kebutuhan

60. Perhatikan pernyataan berikut ini :
1. Tenaga ahli kurang
2. Sumber daya alam melimpah
3. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi rendah
4. Kebutuhan manusia terbatas
5. Jumlah modal terbatas
Faktor-faktor yang menyebabkan kelangkaan sarana pemuas kebutuhan adalah …
a.1, 2, dan 3
b. 1, 3, dan 4
c. 1, 3, dan 5
d. 2, 3, dan 5
e. 3, 4, dan 5

61. Berikut ini yang bukan penyebab sarana pemuas kebutuhan manusia bersifat langka adalah …
a. Jumlah benda pemuas kebutuhan yang disediakan alam terbatas
b. Perkembangan ilmu sesuai dengan perkembangan kebutuhan
c. Banyak sumber daya alam yang rusak akibat ulah manusia
d. Keterbatasan kemampuan manusia untuk mengolah sumber daya yang ada
e. Peningkatan kebutuhan manusia yang lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan penyediaan sarana kebutuhan

62. Kebiasaan (sifat) meniru tingkah laku orang lain, mengakibatkan semakin banyak macam dan jumlah barang yang dibutuhkan. Hal tersebut dikarenakan adanya pengaruh ….
a. Sifat alami manusia
b. Lingkungan social
c. Jumlah biaya produksi
d. Akulturasi budaya
e. Perdagangan internasional

63. Alam tempat manusia berada mendorong manusia untuk bertindak menyesuaikan diri dengan menyesuaikan lingkungannya dan mengakibatkan semakin banyakmacam dan jumlah barang yang dibutuhkan. Hal tersebut dikarenakan adanya pengaruh …
a. Sifat alami manusia
b. Lingkungan social
c. Factor lingkungan
d. Akulturasi budaya
e. Perdagangan internasional

64. Sarana pemuas kebutuhan manusia bersifat langka karena :
a. Sarana yang disediakan alam tak terbatas
b. Kemampuan manusia dalam mengolah alam terbatas
c. Sifat manusia tidak serakah
d. Perkembangan ilmu sesuai dengan perkembangan kebutuhan
e. Sarana kebutuhan selalu berkembang pesat

65. Setelah tamat kuiah di S1 Banu mendapat tawaran untuk bekerja dengan gaji Rp. 3.000.000,00 per bulan, tetapi Banu memilihmelanjutkan S2 dengan biaya Rp. 24.000.000,00 per tahun. Opportunity cost Banu per tahun dengan memilih melanjutkan S2 adalah ….
a. Rp. 3.000.000,00
b. Rp. 24.000.000,00
c. Rp. 27.000.000,00.
d. Rp. 36.000.000,00
e. Rp, 60.000.000,00

66. Yang merupakan cirri-ciri system perekonomian kapitalis, kecuali :
a. Hak milik perorangan diakui
b. Tingkat harga ditentukan oleh mekanisme pasar
c. Jumlah produksi dibatasi
d. Peranann pemerintah dibatasi
e. Hal-hal yang tidak dapat dipenuhi oleh swasta diusahakan oleh Negara

67. Jika perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ekonomi masyarakat ditentukan oleh produsen ddan konsumen maka perekonomian masyarakat tersebut menganut system ekonomi…
a. Modern
b. Komando
c. Tradisional
d. Bebas
e. Pasar